Naskah jadi frame shot demi shot
Deskripsikan sebuah adegan dan dapatkan rangkaian shot berbingkai — wide, medium, close-up — bukan satu gambar tunggal. Tiap frame adalah komposisi nyata yang bisa Anda letakkan di papan dan susun ulang di Flow.
Storyboard adalah rencana visual sebuah film, iklan, atau animasi — rangkaian shot yang digambar sebelum apa pun direkam, agar semua orang bisa melihat ceritanya shot demi shot. Secara tradisional, ini berarti berjam-jam menggambar sketsa. Pembuat storyboard AI merender tiap frame dari deskripsi teks, menjaga karakter dan latar yang sama di sepanjang rangkaian, dan memungkinkan Anda menyusun ulang shot di kanvas. PonPon melangkah lebih jauh: frame yang sama yang Anda pakai untuk merancang bisa dihasilkan menjadi video sungguhan, sehingga storyboard Anda menjadi potongan pertama dari film aslinya.
Deskripsikan sebuah adegan dan dapatkan rangkaian shot berbingkai — wide, medium, close-up — bukan satu gambar tunggal. Tiap frame adalah komposisi nyata yang bisa Anda letakkan di papan dan susun ulang di Flow.
Storyboard hanya berhasil jika tokoh utama tampak sama di shot 1 dan shot 8. PonPon mengunci identitas karakter dan latar di sepanjang rangkaian sehingga papan terbaca sebagai satu adegan utuh.
Tentukan sudut, framing, dan gerakan untuk tiap frame — establishing wide, over-the-shoulder, hingga hero shot low-angle. Rancang bahasa visual adegan, bukan sekadar apa yang terjadi di dalamnya.
Ubah frame diam menjadi animatik bergerak: animasikan tiap shot dan putar rangkaian secara berurutan untuk merasakan temponya sebelum Anda syuting penuh.
Berbeda dengan sketsa yang dibuang, tiap frame PonPon bisa dihasilkan menjadi video. Storyboard Anda adalah versi awal dari film sungguhan — rancang dan produksi di tempat yang sama.
Mulai dari aksinya — apa yang terjadi, di mana, dan kepada siapa. Deskripsi adegan singkat atau cuplikan naskah sudah cukup untuk dipecah menjadi shot.
Daftar shot secara berurutan dengan kamera untuk masing-masing ('Shot 1: wide establishing', 'Shot 2: close-up reaction'). Shot bernomor menjaga papan tetap urut.
Deskripsikan karakter utama dan latar di awal lalu pakai ulang agar identitas tetap konsisten di setiap frame papan.
Buat tiap shot, lalu susun sesuai urutan baca di kanvas Flow. Susun ulang, tukar, atau buat ulang frame mana pun hingga rangkaiannya mengalir.
Animasikan frame menjadi shot bergerak untuk melihat tempo, lalu hasilkan seluruh adegan sebagai video saat papan disetujui.
Baik kamu kreator solo, agensi, maupun brand — setiap model menyesuaikan cara kerjamu.

Shot 1: Wide establishing shot of a lone figure entering an empty dojo at dawn, long shadows, calm before action.

Shot 2: Medium shot of a character at a rain-streaked bus stop at night, contemplative, cool tones.

Shot 3: Close-up insert of hands pouring coffee, warm afternoon light, shallow depth of field.

Shot 4: Over-the-shoulder two-shot of characters facing off, camera pushing in, rising tension.

Shot 5: Dramatic low-angle hero shot of a character standing tall against the sky.

Shot 6: Wide resolving shot, a figure walking toward a sunset horizon, calm restored.
Susun adegan shot demi shot sebelum syuting — sudut, framing, blocking — agar pemeran dan kru datang dengan seluruh rangkaian yang sudah tervisualisasi.
Pitch sebuah iklan sebagai papan visual nyata, bukan treatment teks. Klien menyetujui storyboard yang benar-benar bisa mereka lihat, lengkap dengan produk dan talent yang tepat dalam frame.
Rancang rangkaian animasi atau klip anime frame demi frame, menjaga desain karakter tetap stabil di setiap shot sebelum dianimasikan.
Sisipkan rangkaian shot hasil AI ke dalam pitch untuk menjual konsep dalam sekejap — sebuah papan menyampaikan nuansa dan cerita dalam hitungan detik, sementara naskah butuh menit.
| Storyboard PonPon | Gambar Tangan / Templat | |
|---|---|---|
| Kecepatan | Rangkaian shot utuh dalam hitungan menit | Berjam-jam menyketsa per adegan |
| Keahlian menggambar | Tak perlu — cukup deskripsikan shot dengan kata-kata | Butuh seorang seniman |
| Konsistensi | Karakter dan latar sama di semua shot | Melenceng antar frame gambar tangan |
| Revisi | Buat ulang atau susun ulang seketika | Menggambar ulang dari nol |
| Langkah berikutnya | Frame dihasilkan menjadi video sungguhan | Papan dibuang setelah syuting |
Bergabunglah dengan ribuan kreator, agensi, dan brand yang menggunakan PonPon setiap hari.
Mulai dengan kredit harian gratis. Tidak perlu kartu kredit.